Progress Apartemen majestic Point serpong 2018

Progress Apartemen majestic Point serpong 2018Progress Apartemen majestic Point serpong 2018 | PT Bank MNC Internasional Tbk (MNC Bank) menggandeng Prioritas Land untuk penyaluran produk Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).

Mortgage Products Development Head MNC Bank Ferdi Diapari menjelaskan, dalam rangka mendorong kinerja perseroan terutama pada peraihan kredit konsumer, pihaknya meningkatkan kerja sama dengan berbagai mitra. Salah satunya dengan Prioritas Land, di mana MNC Bank merupakan mitra dalam penjualan apartemen.

“Kemitraan ini selain karena segmentasi apartemen masih sesuai dengan segmen yang kami kejar, juga karena portofolio yang bagus seperti Tower pertamanya berhasil terjual 95% dalam sehari,” ujar Ferdi Diapari di sela acara Launching Tower Baru Apartemen Majestic Point Serpong (MPS) di Serpong, Minggu (11/3/2018).

Dalam acara tersebut, perusahaan yang berada dalam naungan MNC Group ini mengenalkan dan menjual produk KPA kepada para calon konsumen yang datang di acara peluncuran yang diselenggarakan oleh pihak pengembang di MPS Tower Lucia.

“Kerja sama penjualan apartemen tersebut menjadi salah satu upaya mendongkrak kinerja peraihan mortgage karena selain memiliki lokasi yang strategis, juga memiliki segmentasi mahasiswa sehingga sesuai dengan salah satu target bank,” tambah Ferdi.

Sementara itu, GM Prioritas Land Indonesia Sammy Maramis menerangkan bahwa dengan menjadikan MNC Bank sebagai mitra penyaluran KPA, penjualan dari tower yang baru akan meningkat dan mengalahkan rekor penjualan tower pertama. Hal tersebut tidak terlepas dari strategisnya posisi apartemen MPS dan konsep berorientasi edukasi, serta fasilitas KPA dari MNC Bank yang mumpuni.

“Apartemen menjadi pilihan tepat bagi mahasiswa dan professional muda. Selain karena lokasinya yang strategis di segitiga emas Serpong, Karawaci, dan BSD, apartemen Majestic Point Serpong juga memiliki konsep sebagai Living and Education Center,” katanya.

Program yang diusung dalam Penjualan Apartemen Majestic Point Serpong saat ini adalah kemudahan dalam memiliki usaha dalam bidang kos. Hanya bermodalkan awal Rp10 juta saja sudah bisa memiliki kos-kosan dengan pendapatan pasif yang sudah dijamin oleh pengembang sampai dengan 5 tahun.

Selain itu, ada juga program bundling yang ditawarkan berupa Instant Approval Kredit Mobil oleh MNC Finance, Instant Approval Kartu Kredit MNC Bank, Program cicilan dari MNC Travel, serta gratis berlangganan 6 bulan MNC Vision bagi Nasabah KPA Apartemen Majestic Point Serpong melalui MNC Bank.

Ferdi Diapari berharap kerjasama antara MNC Bank dengan Prioritas Land dapat terus berlanjut untuk proyek-proyek di masa mendatang.

Perlu diketahui, selain menjadi mitra dalam penjualan KPA, MNC Bank juga menyalurkan kerja sama pembiayaan senilai Rp150 miliar kepada Prioritas Land sebagai developer apartemen MPS pada April 2017.

Untuk penjualan KPA dari apartemen  MPS sendiri, Ferdi optimistis akan menuai sukses didasarkan kepada kepercayaan dan kepuasan konsumen terhadap properti.

“Hal tersebut didukung oleh penjualan pasar kedua (second market) yang tinggi, lokasi strategis, dan fasilitas utama yang terintegrasi. Selain itu, diharapkan juga mampu mendongkrak kinerja mortgage untuk berkontribusi terhadap target kredit 2018 MNC Bank di kisaran 10-12%,” tutup Ferdi.

Advertisements

Dapat Kucuran Rp150 Miliar Prioritas Land Indonesia Tuntaskan Majestic Point Serpong

Dapat Kucuran Rp150 Miliar Prioritas Land Indonesia Tuntaskan Majestic Point SerpongPT Prioritas Land Indonesia (PLI) segera menuntaskan pembangunan apartemen Majestic Point Serpong di Gading Serpong, Tangerang, yang tertunda pembangunannya menyusul cairnya pembiayaan dari Bank MNC sebesar Rp150 miliar untuk proyek tersebut.

Bos Prioritas Land Indonesia Marcellus Chandra mengatakan penuntasan proyek Majestic Point Serpong sekaligus akan mengembalikan kepercayaan konsumen terhadap proyek-proyek properti Prioritas Land. “Sektor properti 2015-2016 memang slow down dan proyek kita harus stuck. Kerja sama dengan Bank MNC saya kira akan memulihkan kembali kepercayaan konsumen dan kami optimistis proyek Majestic Point Serpong akan selesai dalam waktu dekat,” ujarnya usai penandatanganan kerjasama MNC Bank dengan PLI di Jakarta hari ini (6/4).

Marcellus mengatakan nilai kredit yang dikucurkan Bank MNC ke PLI mencapai Rp150 miliar. Dana ini akan digunakan untuk merampungkan podium dan satu menara apartemen. “Total unit apartemen di dua tower mencapai 900 dan dengan kios-kios jumlahnya mencapai 1.000 unit. Apartemen ini kami bangun 2013 dan topping off Februari 2015. Tapi sempat berhenti karena perekonomian memang tidak kondusif. Nah sekarang akan kami kebut pembangunannya dan selesai tahun ini semuanya,” kata Mercellus.

Saat ini, lanjut Mercellus, pihaknya masih harus menjual sekira 250 unit apartemen yang investornya mundur. “Mereka investor yang membeli secara bulk, ratusan unit. Begitu mereka mundur, ya artinya kami harus menjual kembali. Ini tidak mudah. Tapi saya kira konsumen akan percaya karena memang lokasi proyek kami sangat strategis.”

Memang, diakuinya, tidak mudah memasarkan proyek properti yang sudah mangkrak setahun. “Tapi kami punya strategi untuk merebut kembali hati calon pembeli.”

Untuk harga, apartemen ini ketika pertama kali di-launch dibanderol Rp13 jutaan per m2. Saat ini harga yang dibanderol pengembang mencapai Rp15 juta per m2 hingga Rp18 juta per m2. “Bank MNC juga menyediakan fasilitas KPA dengan bunga tak sampai 10%,” Tambah Mercellus.

Sementara itu Presdir Bank MNC Benny Purnomo pada kesempatan itu mengatakan pihaknya melihat Majestic Point Serpong layak dibiayai. “Lokasi proyeknya strategis di kawasan yang propertinya tengah berkembang pesat. Selain itu portofolio PLI juga baik. Sektor properti adalah sektor yang potensial tumbuh tahun ini dan ini sejalan dengan strategi bisnis Bank MNC yang fokus pada segmen konsumer dan retail,” katanya.

Kerja sama ini, lanjut Benny, tentu bukan yang pertama dan terakhir. “Kami melihat Prioritas Land punya potensi yang cukup besar di sektor properti dan kemungkinan kerja sama ini akan dilanjutkan pada proyek-proyek PLI yang lain kalau memang feaseble dibiayai,” tandasnya.